Targetkan Publikasi Scopus, ITTelkom Surabaya Adakan Workshop Penulisan Jurnal

Pada Jum’at 14 Juni 2019 telah diselenggarakan Workshop Penulisan Jurnal Internasional. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITTelkom Surabaya dengan tema

Mengenal Scopus dan Kiat Jitu Menembus Jurnal Internasional Bereputasi

Dalam kesempatan tersebut, LPPM mengundang Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T. sebagai narasumber. Beliau adalah Profesor Teknik Kimia, Universitas Diponegoro. Beliau mempunyai pengalaman sebagai asesor Akreditasi Jurnal Nasional dan juga merupakan Editor in Chief jurnal Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis. 

Deretan pengalaman dan pencapaian beliau sudah tidak diragukan lagi. Dengan pembawaan yang kalem, Beliau menyampaikan materi secara runut dan gamblang, serta dengan memberikan contoh yang aplikatif. Sehingga mudah dipahami oleh para peserta workshop.

Acara tersebut selain diikuti oleh para dosen ITTelkom Surabaya, juga diikuti oleh peserta dari instansi lain. Secara keseluruhan jumlah peserta yang berpartisipasi adalah sebanyak 45 orang. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Ir. Tri Agus Djoko Kuntjoro, M.T. selaku Wakil Rektor II ITTelkom Surabaya.

Kemudian dilanjutkan dengan materi dari narasumber. Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T. menekankan pentingnya publikasi bagi para dosen. “Publikasi merupakan salah satu cara untuk memperbesar profil kita. Sehingga kita bisa mempunyai daya tawar lebih ketika ingin mengajukan proposal penelitian maupun studi lanjut”, tegas beliau.

Acara workshop berlangsung dengan interaktif, meskipun materi yang disampaikan cukup padat. Pada sesi siang hari, para peserta berkesempatan untuk mendapatkan ilmu tentang menelaah sebuah artikel ilmiah menurut kaidah yang sistematis.

Bapak Istadi secara langsung membedah 2 buah artikel dari peserta workshop. Beliau secara lugas memberikan penilaian pada artikel tersebut, serta memberikan masukkan yang konkret untuk perbaikannya. Sehingga para peserta yang lain dapat memahami cara kerja seorang editor dan reviewer. Selain itu, mereka juga dapat menghindari kesalahan umum yang sering terjadi, tahu bagaimana meningkatkan mutu artikel, serta menumbuhkan semangat untuk bisa memperbaiki kesalahan ketika sebuah paper ditolak oleh editor.

“Menulis paper erat kaitannya dengan jam terbang. Semakin banyak Anda berlatih, maka otomatis juga ada peningkatan kualitas tulisan. Jadi meskipun submit di jurnal nasional, tulis saja dengan bahasa Inggris.”, jelas Bapak Istadi.

Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan untuk Bapak Istadi dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *